Jakarta – Pameran internasional untuk mitigasi bencana, penyelamatan, dan peralatan darurat, Emergency Disaster Reduction & Rescue (EDRR) Expo Indonesia kembali digelar pada 12–14 Agustus 2026 di Hall D JIEXPO Kemayoran, Jakarta Pusat. Pameran B2B (Business-to-Business) yang diselenggarakan Seven Event ini menampilkan berbagai solusi teknologi masa depan, peralatan mutakhir, serta sistem manajemen keselamatan untuk memperkuat kesiapsiagaan menghadapi bencana global.
Ancaman bencana kebakaran masih menjadi perhatian utama akibat dinamika iklim ekstrim yang melanda sejak awal tahun 2026. Berdasarkan laporan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), musim kemarau tahun ini diprediksi berlangsung lebih kering dari biasanya dengan potensi penguatan fenomena El Niño yang meningkatkan risiko kebakaran pemukiman maupun kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
BMKG mencatat lonjakan signifikan dengan lebih dari 1.600 titik panas (hotspot) yang telah terdeteksi sejak awal tahun. Salah satu tindakan preventif yang bisa dilakukan ialah dengan memperkuat urgensi kehadiran teknologi penanggulangan kebakaran yang cepat, efisien, dan siap pakai di berbagai kondisi lapangan.
Project Director EDRR Indonesia 2026, Vista Limbong menegaskan pentingnya kolaborasi dan inovasi teknologi dalam memperkuat sistem penanggulangan kebakaran nasional. Terlebih, peristiwa kebakaran merupakan salah satu bencana yang paling sering terjadi dan berdampak langsung pada keselamatan jiwa, aset, serta kelangsungan layanan publik.
“Dalam konteks Indonesia yang rentan terhadap kebakaran permukiman, industri, hingga hutan dan lahan, dibutuhkan solusi yang cepat, efisien, dan mudah diterapkan di lapangan. EDRR Indonesia 2026 menjadi wadah strategis untuk menghadirkan teknologi mutakhir, serta mempertemukan para pelaku industri dan pemangku kepentingan dalam membangun sistem penanggulangan kebakaran yang lebih tangguh,” ujar Vista.
Melalui EDRR Indonesia 2026, lanjut Vista, dapat memfasilitasi pertemuan antara para produsen teknologi keselamatan dengan instansi pemerintah, sektor swasta, dan organisasi kemanusiaan. “Fokus kami tahun ini adalah menghadirkan solusi teknologi masa depan yang lebih praktis, efisien, dan siap diintegrasikan untuk mempercepat respons darurat serta meminimalkan risiko bencana di Indonesia,” ucapnya.
EDRR Indonesia tahun ini diikuti oleh sejumlah pelaku industri internasional yang telah terbukti secara global. Di antaranya Timecore Intelligent Equipment CO., LTD, Nanjing Zhengze Technology CO., LTD, Safety Plus Industrial CO., LTD, Shanghai Chentong International Trading CO., LTD, hingga Ningbo Hos Fire Fighting Equipment CO., LTD.
EDRR Indonesia 2026 mempertemukan para pelaku industri, produsen peralatan keselamatan, instansi pemerintah, organisasi kemanusiaan, serta pakar keselamatan dari berbagai negara. Pameran ini dirancang khusus untuk mendorong pertukaran informasi, inovasi teknologi terkini, sekaligus membuka peluang kolaborasi bisnis di bidang manajemen risiko, mitigasi bencana, serta peralatan penyelamatan darurat.
Pameran yang berlangsung selama tiga hari ini juga mendapat dukungan dari Kementerian dan Lembaga pemerintah seperti Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (Kementerian ESDM) melalui Direktorat Jenderal Mineral dan Geologi, serta Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (BASARNAS).
Selain itu, dukungan kuat juga datang dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), Tentara Nasional Indonesia (TNI) Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi DKI Jakarta (BPBD Jakarta) serta Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
Tak hanya menampilkan pameran, EDRR Indonesia 2026 juga menghadirkan rangkaian seminar, workshop, dan simulasi penyelamatan yang dipandu langsung oleh para ahli di bidang manajemen risiko bencana. Rangkaian program edukatif tersebut dihadirkan untuk saling berbagi wawasan, pengalaman, serta strategi terbaik dalam penguatan manajemen risiko bencana.








