Jakarta – Pekan seni rupa terkemuka di Indonesia, Art Jakarta kembali menggelar pameran seni kontemporer pada 2-4 Oktober di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran, Jakarta Pusat. Pameran ini tetap konsisten menyoroti seni rupa kontemporer dari kawasan Asia Tenggara sekaligs menjembatani para stakeholder seni rupa untuk bertemu, bertukar informasi, dan bekerja sama.
Pada gelaran tahun ini, untuk pertama kalinya Art Jakarta menggandeng total 75 galeri, yang lebih dari separuhnya merupakan galeri domestik, 33 galeri mancanegara, dan 19 galeri yang berpartisipasi untuk pertama kalinya. Hal tersebut menggambarkan tingginya antusiasme serta pertumbuhan kancah seni di setiap edisi Art Jakarta.
Direktur Artistik Art Jakarta, Enin Supriyanto mengatakan Art Jakarta saat ini telah berkembang menjadi salah satu art fair yang paling dinamis di Asia Tenggara. Guna mendukung ekosistem seni rupa yang kian berkembang, Art Jakarta digelar tiga kali dalam setahun, yaitu Art Jakarta Papers, Art Jakarta Gardens, dan Art Jakarta International Art Fair.
“Masing-masing punya fokus dan titik berat tersendiri, sementara Art Jakarta tetap menjadi ruang para stakeholder seni rupa. Kami berharap peran dan fungsi ini dapat terus dikerjakan dengan baik, sehingga ekosistem pasar seni rupa di Indonesia dan di kawasan ini juga tetap dinamis dan berkembang,” ujar Enin.
Pameran Art Jakarta tahun ini kian menguat seiring terjalinnya berbagai kolaborasi dengan Main Partners dengan jajaran perupa dan studio-studio desain. iForte dan Protelindo Group misalnya, berkolaborasi dengan seniman Agnes Hansella bertajuk Hutan Kabel, sebuah instalasi yang memanfaatkan limbah kabel.
Selanjutnya ada TACO yang menghadirkan instalasi karya Aji Fajar/Palette Studio, The Curiosity Engine. Karya ini terinspirasi oleh kampanye New Horizon serta palet warna milik TACO, di mana karya ini merajut ulang mekanisme yang akrab guna memantik rasa ingin tahu dan peluang baru.
Sementara itu, SUPERMUSIC menghadirkan para pemenang dari kompetisi ART MEETS MUSIC. Kompetisi tersebut mengundang para pemenang kompetisi seni untuk menerjemahkan energi, gestur, dan gaya hidup skena musik alih-alih sekadar menampilkan atribut genre atau representasi harfiah musisi di atas panggung.
Hal serupa juga dilakukan Main Partners lainnya, MR.D.I.Y. yang akan memamerkan karya dari tujuh pemenang MR.D.I.Y. Indonesia Art Competition 2026 bertema “Strength & Resilience”. Presentasi ini juga akan menampilkan enam penerima penghargaan dari rangkaian kompetisinya di Malaysia dan Thailand.
Kolaborasi brand dan produk bersama para perupa juga membuahkan bentuk kreativitas yang memikat. ALCHEMIST berkolaborasi dengan pelukis kontemporer asal Jepang, Mai Yokoyama, untuk merancang booth serta kemasan produk.
Melalui sederet program dan kolaborasi tersebut, kian mempertegas komitmen berkelanjutan yang dicanangkan Art Jakarta dalam merangkul berbagai praktik artistik, komunitas kolektor, serta ekosistem seni rupa, sembari mempererat jejaring antara kancah seni rupa Indonesia dengan pasar seni Asia yang lebih luas.








