Jakarta – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta bersama dengan sektor swasta menggelar dua agenda penting, yakni Jakarta International Investment, Tourism, Trade, and SMEs Expo (JITEX) 2026 dan Festival Kekayaan Intelektual (FKI) 2026. Kedua event tersebut sebagai bagian dari upaya membuka peluas bisnis dan investasi serta memajukan pelaku UMKM ibu kota untuk naik kelas merambah pasar global.
JITEX 2026 berlangsung pada 16-19 September 2026 di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran, Jakarta. Sementara FKI digelar hingga 18 September di JIEXPO Convention Centre and Theatre (JICCT).
Acara pembukaan dipimpin langsung oleh Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta, Rano Karno yang mewakili Gubernur DKI Pramono Anung. Turut hadir pula Wakil Menteri (Wamen) Pariwisata Ni Luh Puspa, Ketua Umum Asian Trade, Tourism, and Economics Council (ATTEC) sekaligus Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (HIPPINDO), Budihardjo Iduansjah, hingga Ketua Umum Tim Penggerak PKK Tri Suswati Tito Karnavian.
Dalam sambutannya, Rano mengungkapkan bahwa Jakarta terus menunjukkan ketahanan dan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,52% secara tahunan pada Triwulan II tahun 2026. Capaian tersebut menjadi modal yang kuat bagi Jakarta untuk terus meningkatkan daya saing, khususnya di sektor perdagangan menjadi salah satu penggerak penting aktivitas ekonomi.
“Dengan semangat inilah kami membawa JITEX 2026 dengan 275 stand dari berbagai sektor. JITEX mempertemukan pelaku usaha, investor, buyer, mitra strategis melalui pameran, forum bisnis, serta berbagai pertemuan usaha,” kata Rano.
Menurut Rano, JITEX dan FKI saling melengkapi. JITEX hadir membuka akses investasi perdagangan dan pasar global, sementara FKI membawa karya dan kreativitas ke dalam ekosistem tersebut.
“Kita ingin Jakarta menjadi tempat lahir dan tumbuhnya karya, bertemu pasar dan menjangkau dunia. Sebagai kota global yang berbudaya, Jakarta tidak hanya terbuka terhadap investasi perdagangan dan pasar tetapi juga mampu membawa karya kreativitas dan kekayaan intelektual warganya ke panggung global,” ujarnya.
Meski demikian, Rano juga memastikan bahwa JITEX tak hanya menjadi pertemuan dan transaksi bisnis. Melainkan juga sebagai penggerak terciptanya peluang baru, kesepakatan bisnis, kemitraan jangka Panjang, serta pertumbuhan pelaku usaha Jakarta di pasar global.
“Ketika berbicara mengenai ekonomi Jakarta, yang kita bawa ke pasar global bukan hanya produk dan investasi, tetapi kita juga memiliki karya kreativitas kekayaan intelektual. Di sinilah festival kekayaan intelektual Jakarta adil untuk melengkapi semangat JITEX ini,” lanjut Rano.
Dalam kesempatan yang sama, Wamenpar Ni Luh turut mengapresiasi atas berjalannya pameran JITEX dan FKI 2026. Secara khusus, ia memberikan perhatian terhadap gelaran JITEX yang mengambil tema “Ignite The Economy” menjadi representasi upaya menggerakkan perekonomian melalui perdagangan, investasi, pariwisata, pengembangan UMKM, serta kolaborasi pemerintah dengan dunia usaha (investor, buyer).
“Bagi Kementerian pariwisata, tema besar tersebut sangat relevan dengan posisi strategis sektor pariwisata dalam perekonomian nasional. Saya harap JITEX ini ke depannya bisa terus menjadi platform aktivasi ekonomi yang mempertemukan peluang dengan pelaku usaha serta mendorong terwujudnya proses yang berkelanjutan,” ujarnya.








